Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

SITU GUNUNG

15 Desember 2009

Situ(Danau) Gunung berada di Sukabumi, Jawa barat. Kami berangkat sekitar jam 6.30 pagi dari kota Bogor, dan sampai di situ Gunung sekitar jam 9 pagi. Karena waktu itu adalah pas hari pertama hari raya jalanan lumayan sepi kecuali di beberapa pasar yang kami lewati, Namun sungguh lapar....karena tidak ada warung yang buka. Untungnya sesampainya di situ....ada warung di kawasan itu yang buka.....dan makan indomie rebus pake telur dan teh manis hangat sangat nikmat sekali dan sangat mahal sekali.......berdua habis Rp 29.000,- wow.........Sungguh mahal indomie di puncak Situ Gunung.
Situ Gunung lies in Sukabumi, West Java. We took off about 6.30 in the morning from Bogor, and got there about 9 o' clock. Because that day was the first day of Idul fitri Holiday the road was empty, except near the traditional market areas, and we were so hungry, and no eating place were opened, none!!! fortunately, there was one eating place in the Situ Gunung Lake which was opened. Enjoyed boiled noodle with egg and hot sweet tea was so Yummy....and no wonder it was so expensive out there.
Pemandangan menuju Situ
View before the Situ Gunung Lake
Situ Gunung
Situ Gunung View
Lake side view
pepohonan besar di sekitar situ Big tress around the lake
CURUG SAWER
Tracking ke Curug Sawer ini menumpuh jarak sekitar 1,5 km dari Danau Situ Gunung. Jalannya sangat terjal, naik dan turun. Pepohonan di sekitar jalan setapak masih sangat lebat, udaranya juga segar. Yang perlu di perhatikan adalah alas kaki yang kita pakai, pakailah yang tidak licin. Dan jangan lupa membawa air minum.
Tracking to the Curug sawer took about 1,5 km from the Situ Gunung. The road was up and down, but the trees around keep the air so fresh. Wore comfort sandals because the slippery track here and there. Dont forget to brought drinking water and raincoat, just in case.
Perjalanan terjal menuju curug
up and down track
Kemenangan setelah perjalanan naik turun 1,5 km
Winning from 1,5 km up and down track
Curug Sawer/ Sawer water fall
Pemandangan disisi curug
Waterfall side view
Beristirahat di antara bebatuan Take a break between the rock

Jalan-Jalan Ke Ragunan

27 September 2009

Jalan-jalan ke Ragunan bermodal peta dari Mas Nevy dan yang pasti nekat.......agak nyasar-nyasar juga...maklum.......ngak pernah pergi jauh...akirnya sampai juga. Harga tiket masuk lumayan murah kok orang dewasa Rp 3.000 saja, kalo mau lihat atraksi binatang juga ada, tapi bayar lagi, kalo mau muter-muter dan bawa bekal makan siang cocok banget....karena tempatnya luas, banyak pohon rindang, tinggal tikarnya saja jangan kelupaan, atau kalo mau beli di sana juga ada, Rp 5.000 per tikarnya. Mau jajan? yang paling banyak adalah penjual pecel, dan kerak telur.......
WELCOME to RAGUNAN ZOO
Piss man !!!!!
Rusanya mau jadi foto model neh........dekat-dekat kamera
Gajahnya lagi girang tuh.......!!!!!
Antusias nungguin si abang buatin kerak telur buat lita......pake telur ayam negeri Rp 10.000/porsi pake telur bebek tambah Rp 2.000 ya neng .........
Ini dia kerak telurnya.....yummy banget!!!!! gurih dan empuk berasnya !!!!
Ih.....Iguananya lagi nangkring tuh
Hippo nya lagi asik makan.....jadi membelakangi kamera dech !!!!!!
Sibuk mengambil gambar dengan kamera hp
Flamenco nya lagi tidur.....lucu ya? kakinya satu di angkat
Cantiknya .......
Blue Bird........
Di sekitar kandang Kanguru.....Lita ngak mau pergi, pengen liat kangurunya berdiri katanya
Gatel ya Kang......??????

PUSAT PRIMATA SCHMUTZER

Pusat Primata ini letaknya berdekatan dengan kandang Kanguru, tiket masuknya adalah Rp 5.000 per orang. Sebelum masuk ada pemeriksaan dan wajib menitipkan barang bawaan, dan dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam...makanya di dalam taman ini kebersihannya cukup terjaga...dan yang pasti pengunjung DILARANG memberikan makanan terhadap hewan yang ada disini...salah-salah bisa buat hewannya sakit. Perjalanan ke primata center ini adalah penutup jalan-jalan kami kali ini ke Ragunan.
Welcome to ' Schmutzer' Primata's Center
Pintu yang berbentuk terowongan dengan tangga menjulang tinggi akan membawa kita kedalam petualangan Primata
Mirip ngak gayanya? Patung ini ada di puncak tangga
Jembatan setelah entrance.....udaranya kencang banget di disini.....bikin ngantuk
Lihat ekspresi Gorilla nya.....kasihan ya????
Melihat si Amang dari balik kaca
Taman air di dalam.....membuat udara yang super hot terasa sejuk

Jalan-Jalan ke TMII

20 September 2009

  • TAMAN MINI INDONESIA INDAH
TMII adalah agenda kami kedua setelah Monas. untuk info lengkapnya lihat di http://www.tamanmini.com/. Untungnya pake motor boleh di bawa masuk.....jadi bisa keliling-keliling dulu sebelum memutuskan mau masuk ke anjungan mana. Dan inilah anjungan yang kami datangi.
  • ISTANA ANAK-ANAK INDONESIA TMII
Wah......anak-anak juga punya istana lho.....datang saja ke sini....tiket masuknya murah kok Rp 5.000,- per orang......begitu masuk bisa bergaya ala putri raja dan berfoto sepuasnya.
Begitu Masuk istana...di sambut sama Tiger......Go Tiger !!!!!
Istana nya
I wish......I'am a Princess....
Permainan ala outbound untuk anak-anak di halaman depan Istana Anak-Anak TMII
Asik bergelangtungan
  • KERETA GANTUNG TMII (SKYLIFT)
Wahana ini jelas bukan untuk yang takut pada ketinggian. Harga tiket masuknya adalah Rp 20.000,- per orang. Kereta ini tidak di rekomendasikan untuk para ibu hamil....karena diatas sana kereta ini bergoyang-goyang, tidak ada angin kencang saja sudah goyang apalagi kalo berangin kencang....weleh....weleh...perut bakalan terkocok-kocok....jadi mual dan pening. Waktu itu saya ngak tahu kalo orang hamil ndak boleh naik, saya paksa Mbak Tartik untuk ikut......untungnya tidak mabok!!!!!
Siap-siap untuk boarding
Kepulauan Indonesia di lihat dari dalam Kereta Gantung
Didalam Kereta Gantung
  • TEATER IMAX KEONG MAS TMII
Pada liburan Juli lalu kami melihat film 'The Living Sea' sesuai dengan judulnya.....film ini menggambarkan laut yang hidup dengan deburan-deburan ombaknya yang kuat, kita akan di bawa masuk kedalam gulungan ombaknya bak seorang surfer. Harga tiket Rp 30.000,- per orang, kebetulan hari itu ada promo dari Bank Mandiri buy one get one free.....untung bawa debit mandiri :-). Setelah beli tiket masuk, kita akan berada di area depan pintu masuk teater....di musim rame begini jangan cuman duduk menunggu pintu terbuka, tapi berdirilah di depan pagar pembatas, agar saat pintu di buka kita bisa langsung masuk dan memilih tempat duduk yang strategis. Karena disini bukan seperti bioskop yang ada nomer seat nya......disini siapa cepat dia dapat. Jadi beli tiket duluan tidak menjamin dapat tempat duduk duluan
Teater tampak dari samping
Foto dulu ah....di depan Teather Imax Keong Mas TMII
  • PUSAT PENGEMBANGAN IPTEK TMII
Tempat ini cocok bagi yang suka dengan sains.....ada banyak hal yang bisa dilihat disini......mulai dari alat-alat peraga sampai dengan sains experiments. Harga tiket masuknya adalah Rp 15.000 per orang
Tekan tombolnya........keluarlah hembusan angin, yang membuat balon ini terangkat searah dengan hembusan anginnya......
Kereta Balon.....tembakkan udara ke kereta balon,tekanan udara sebagai penggerak kereta balonnya
Gedhe mana hayo ototnya?
Lho kok cuman kepala doang, mana badannya?
  • KERETA MINI
Di ujung hari......jalan-jalan ke TMII kami akhiri dengan naik kereta mini. Harga tiketnya Rp 10.000,-. Kereta ini akan mengelilinggi TMII
Lokomotip kereta mini
Lita kecapaian setelah seharian berkeliling di TMII........di tambah udara yang segar dari jendela kereta........eh...ketiduran deh di kereta

Jalan-Jalan ke Monas

19 Agustus 2009

Bulan Juni-Juli yang lalu adalah liburan yang paling berbeda dari tahun-tahun sebelumnya…..karena Lita dan Mbak Tartik datang ke sini . Ini adalah pengalaman pertama mereka ke Jakarta. Awalnya aku ragu….kalo mereka berdua bisa mendarat dengan selamat sampai di sini….bagaimana tidak? karena biasanya naik bis dari Semarang ke Boyolali saja mereka kepayahan….alias mabuk diperjalanan, musti siapin antimo dulu dech…. Tapi memang luar biasa…..pertama, ini seperti sebuah kebetulan yang menyenangkan…karena tetangga Mbak Tartik sekeluarga juga hendak ke Jakarta…jadilah Lita, Mbak Tartik dan tetangganya semuanya berdelapan naik kereta ke Jakarta. Pertama naik kereta, Tawang Jaya….ekonomi pula……murah Cuma Sembilan puluh ribuan gitu dech. Hah….ekonomi…agak heran juga aku…karena pengalamanku selama ini naik kereta bisnis saja serem apalagi ekonomi…..pertama karena lamanya perjalanan. Yang namanya Kereta Bisnis..kalo Kereta Eksekutif lewat maka harus berhenti dulu…kasih jalan biar Kereta Eksekutif lewat…terus bayangin kalo Kereta Ekonomi berarti kalo Kereta Bisnis lewat berhenti dulu, terus begitu pula bila Kereta Eksekutif yang mau lewat…..berhenti juga pastinya. Perjalanan yang normalnya kalo naik eksekutif sekitar 7 jam…bisa molor duech…..ditambah kenyamanan dari ketiga kereta ini sangatlah berbeda. Kadang naik Kereta Eksekutif saja neh….. toiletnya ada yang agak menyeramkan…..apalagi Kereta Bisnis dan Ekonomi….kalo aku, mending menahan minum….biar ngak pipis…..kalo toh kebelet juga ya mendingan tahan dulu saja….ntar tunggu kalo sudah sampai di stasiun baru balas dendam, karena di stasiun jauhhhhhhhh lebih bersih. Luar biasa yang kedua adalah…mereka sangat enjoy naik kereta ini…cepet katanya, dan ngak mabuk….apalagi Lita….seneng banget…..ngoceh terus ma anak tetangga..makan terus dan minum terus…..untung ngak pengen ke belakang…..”Lho ke Jakarta naik kereta kok enak, tahu gitu dari dulu tak beraniin nyoba,” begitu kata Mbak Tartik. Kereta dari Semarang berangkat sekitar jam 7 sampai di Jakarta sekitar jam 4 dini hari. Dan Mas Nevy yang kebagian tugas menjemput mereka di Stasiun Senen. Selasa Pagi 30 Juni 2009 mereka mendarat di Jakarta….Welcome To Jakarta!!!!! Lita dan Mbak Tarti di Jakarta kurang lebih sekitar 2 minggu. Hari pertama agendanya istirahat dulu, memulihkan stamina, baru sore hari kami belanja bulanan ke Carefour Puri Indah, sekalian belanja snack buat jalan-jalan ke Monas besok. Monas Monumen Nasional yang terletak di lapangan Monas Jakarta Pusat…..adalah tempat tujuan pertama kami…..kami berangkat sekitar jam 8 pagi.....waduh macet rek.....baru di sekitar Meruya saja sudah macet, tapi ngak papa masih pagi....SEMANGAT!!!!! Sampai di Monas sekitar jam 9.....langsung beli tiket.....bertiga hanya sekitar Rp 21.000,- Karena musin liburan sekolah, makanya sudah lumayan rame ’Langsung naik dulu ke puncak Monas yuk!’’ begitu ajakanku karena takut ntar antrenya lama....eh bener saja...barusan berdiri beberapa menit kemudian orang-orang yang antre di belakang kami sudah mengular-ular alias panjang, tur anak sekolah.....dan sebagian mereka banyak yang dari luar kota seperti jawa timur, hihi.....ketahuan dari logat mereka, bahkan ada juga yang dari Bali. Setelah sekitar 3 atau 4 kloter tibalah saat kami naik lif ke menara Monas yang tingginya sekitar 132 m.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang Obor perungu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg.Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas (id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional)
Oya…..Tugu ini mulai di bangun Tahun 1959, Oleh Presiden Soekarno di resmikan Pada 17 Agustus 1961 dan resmi di buka untuk Umum pada 12 Juli 1975. Tugu ini adalah Landmark Jakarta, dan tahu ngak? Ternyata bentuk dari Tugu Monas yang sedimikan rupa ternyata mempunyai makna tersendiri lho. Monas sendiri merupakan lambang semangat juang rakyat Indonesia. Tugu Monas terdiri dari Tiga bagian yang penting yaitu pertama adalah Pelataran cawan yang luas mendatar yang menggambarkan simbol dari Lumpang (wadah untuk menumbuk padi yang di desaku biasanya terbuat dari batu besar yang di bentuk mirip cawan dengan cekungan di tengah sebagi tempat menumbuk padi, atau juga menumbuk beras agar menjadi tepung). Kedua, yaitu tugu yang menjulang tinggi yang mensimbolkan Alu yaitu alat penumbuk beras (biasanya terbuat dari kayu),dan Ketiga adalah emas di puncak tugu yang mensimbolkan tekad bangsa indonesia untuk berjuang dan membangun.
Untuk melihat pemandangan tersebut di sediakan 4 buah teropong di setiap sisi dari puncak tugu Monas ini, tinggal memasukan satu coin, kita bisa melihat pemandangan sekitar lima menit. Penukaran coin sendiri dapat dilakukan di atas menara dan harga per coinnya Rp 2.000,-. Lita sangat antusias, dia ke sana ke mari mencoba meneropong. Sayang sekali pagi itu cuaca agak berkabut (dari asap kendaraan bermotor) sehingga menghalangi pemandangan nun jauh di sana, di tambah cuaca yang lumayan menyengat, membuat pemandangan agak terganggu, terutama ke arah utara, laut ancol sama sekali tidak kelihatan. Namun Angin yang berhembus kencang membuat gerah dan panas yang kami rasakan seakan lumer di atas sana.hhmmm............segar !!!!!! J Puas di puncak Monas, kami bertiga kemudian turun.....karena rame...mau turun juga harus antre neh......sampai ke bawah kami duduk-duduk di sekitar cawan Monas, sambil berbagi air minum dan roti sebelum kami beranjak ke dalam Museum yang terletak di dalam cawan Monas. Didalam Museum yang berukuran 80mX80m dengan tinggi 8m ini terdapat 48 jendela kaca yang menggambarkan diorama perkembangan sejarah Nasional Indonesia dari perang Makasar abad ke 17 sampai dengan proklamasi kemerdekaan, serta referendum Irian Barat pada tahun 1969. Muter-muter di dalam museum ini terasa sejuk, di tambah dengan penerangan yang agak remang remang membuat suasana tambah adem. Waktu itu banyak anak SD yang sedang berkarya wisata. Ada yang mencatat keterangan pada diorama-diorama dan ada pula para pengunjung yang mencoba menggambil foto diorama yang ada. Kakiku dan Mbak Tartik sudah mulai pegel……tapi Lita masih saja semangat. Sampai akirnya saat untuk pulang....eit bentar...ambil foto-foto dulu ah.....ayo Lit pose yang bagus!!!!!! Lita pun tak kalah pengen mengabadikan tugu Monas ke dalam hp nya.....”Lho, kok ngak bagus hasilnya?” begitu tanya Lita ” lha iya Lit, soalnya ngak muat di potret ma Hpmu”......udah yuk?......Dan di pelataran Monas masih banyak tukang foto yang menjajakan jasanya. Untuk yang lupa bawa kamera boleh neh……..Lita akirnya membeli juga souvenir gantungan kunci tugu Monas, bolehlah 3 buah sepuluh ribu. Akirnya kami pulang, antri sebentar menunggu bis mini yang yang mengantar kami ke dekat tempat parkir....angkutan ini di sediakan khusus untuk mengunjung Monas...gratis pula....lumayan...ngak perlu capek jalan pulang balik dari tempat parkir ke Tugu Monas, apalagi di tengah cuaca terik seperti siang itu.Pulang Nyok????!!!!

Christina's Note Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino